Web Analytics

Apa itu BRICS? Semua Anggota dan Negara Calon

*Kami memilih produk yang kami pikir akan Anda sukai dan dapat memperoleh komisi dari tautan di halaman ini.
BRICS adalah kelompok internasional dari ekonomi berkembang yang menggabungkan anggota yang sudah ada dengan negara-negara calon. Saat ini, organisasi ini terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia, yang resmi bergabung pada 6 Januari 2025. Selain itu, negara-negara seperti Arab Saudi dan Argentina telah diundang atau menunjukkan minat besar untuk bergabung, menyoroti pentingnya dan jangkauan global blok ini yang semakin meningkat.


Asal Usul dan Tujuan

BRICS dibentuk untuk menyatukan ekonomi besar yang sedang berkembang dan meningkatkan pengaruh mereka dalam urusan global. Awalnya, kelompok ini dimulai sebagai “BRIC” pada tahun 2001, ketika ekonom Jim O’Neill menciptakan istilah tersebut untuk menggambarkan kekuatan ekonomi yang sedang naik daun dari Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok. Afrika Selatan resmi bergabung pada tahun 2010, menjadikannya BRICS. Tujuan utama blok ini adalah untuk mempromosikan kerja sama ekonomi, dialog politik, dan pembangunan berkelanjutan. Negara-negara BRICS juga berupaya mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat dan menciptakan dunia multipolar yang lebih adil.

Kekuatan Ekonomi

Negara-negara BRICS mewakili beberapa ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bersama-sama, mereka mencakup lebih dari 40% populasi global dan hampir seperempat dari PDB dunia. Khususnya Tiongkok dan India telah mengalami pertumbuhan yang pesat, sementara Brasil, Rusia, dan Afrika Selatan berkontribusi dengan sumber daya alam yang melimpah. Kelompok ini sering menekankan kemitraan perdagangan, proyek pembangunan, dan investasi infrastruktur. Pengaruh gabungan mereka tengah membentuk ulang keseimbangan kekuatan global, terutama dalam bidang keuangan dan energi.

Kerja Sama Politik

Selain ekonomi, BRICS juga berfokus pada kerja sama politik dan keamanan. Pertemuan puncak rutin diadakan di mana para pemimpin membahas tantangan global seperti perubahan iklim, terorisme, dan konflik internasional. Blok ini mempromosikan prinsip kedaulatan, tidak campur tangan, dan kesetaraan antarnegara. Hal ini menjadikan BRICS sebagai penyeimbang bagi organisasi seperti NATO atau G7, karena menawarkan perspektif berbeda dalam tata kelola global. Dengan menyatukan berbagai kawasan, BRICS menekankan pentingnya inklusivitas dalam pengambilan keputusan internasional.

Bank Pembangunan Baru

Salah satu pencapaian paling signifikan dari BRICS adalah pendirian Bank Pembangunan Baru (NDB). Didirikan pada tahun 2014, bank ini mendanai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara anggota dan ekonomi berkembang lainnya. Bank ini berfungsi sebagai alternatif bagi lembaga seperti Bank Dunia dan IMF, yang sering dikritik karena didominasi oleh kekuatan Barat. NDB memperkuat kemandirian finansial anggota BRICS sekaligus mendukung proyek di bidang energi terbarukan, transportasi, dan teknologi digital.

Tantangan dan Kritik

Meski memiliki berbagai pencapaian, BRICS menghadapi banyak tantangan. Negara anggotanya berbeda secara politik, budaya, dan ekonomi, yang kadang memunculkan benturan kepentingan. Misalnya, ketegangan perbatasan antara Tiongkok dan India memengaruhi kerja sama. Selain itu, para pengkritik berpendapat bahwa BRICS belum sepenuhnya mencapai potensinya dalam membentuk kebijakan global. Perlambatan ekonomi di beberapa negara anggota juga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas jangka panjangnya. Namun, blok ini terus tumbuh dalam relevansi dan berusaha mengatasi hambatan internal maupun eksternal.

Prospek Masa Depan

Masa depan BRICS tampak menjanjikan karena semakin banyak negara yang menyatakan minat untuk bergabung. Ekspansi ini akan semakin memperkuat pengaruh globalnya dan menciptakan peluang baru untuk kerja sama. Banyak ahli percaya bahwa BRICS dapat memainkan peran penting dalam membangun tatanan dunia baru yang kurang bergantung pada hegemoni Barat. Dengan inisiatif di bidang teknologi, energi, dan keuangan, blok ini memiliki potensi untuk menjadi pilar utama hubungan internasional. Apakah BRICS mampu mencapai persatuan dan stabilitas akan menentukan keberhasilan akhirnya di dekade-dekade mendatang.


Anggota dan Calon Saat Ini

# Negara Tahun Bergabung / Status Komentar
1 🇧🇷 Brasil Pendiri (konsep 2001, aktif sejak 2009) Kekuatan pertanian dan sumber daya utama yang menyeimbangkan Amerika Selatan dalam BRICS.
2 🇷🇺 Rusia Pendiri (konsep 2001, aktif sejak 2009) Menyediakan sumber daya energi dan pengaruh geopolitik di Eurasia.
3 🇮🇳 India Pendiri (konsep 2001, aktif sejak 2009) Ekonomi yang tumbuh pesat dan penyeimbang demokratis terhadap Tiongkok.
4 🇨🇳 Tiongkok Pendiri (konsep 2001, aktif sejak 2009) Ekonomi terbesar di BRICS dan motor utama ekspansi.
5 🇿🇦 Afrika Selatan Bergabung 2010 Mewakili benua Afrika dan prioritas pembangunannya.
6 🇪🇬 Mesir Bergabung 2024 Jembatan strategis antara Afrika dan Timur Tengah di BRICS.
7 🇪🇹 Etiopia Bergabung 2024 Membawa kekuatan demografi dan kepemimpinan regional di Afrika.
8 🇮🇷 Iran Bergabung 2024 Menyediakan kapasitas energi dan pengaruh strategis di Timur Tengah.
9 🇦🇪 Uni Emirat Arab Bergabung 2024 Memperkuat jaringan keuangan dan perdagangan untuk blok ini.
10 🇮🇩 Indonesia Bergabung 6 Januari 2025 Mewakili Asia Tenggara dengan ekonomi yang tumbuh pesat.
11 🇸🇦 Arab Saudi Diundang 2023, keanggotaan belum final Dapat menjadi mitra energi vital jika keanggotaannya dikonfirmasi.
12 🇦🇷 Argentina Menyatakan minat Akan menambah keragaman ekonomi Amerika Selatan ke BRICS.

Kesimpulannya, BRICS lebih dari sekadar aliansi ekonomi berkembang; ini adalah platform untuk membentuk kembali dinamika kekuatan global. Meski menghadapi tantangan internal, pengaruhnya dalam bidang ekonomi, politik, dan pembangunan terus tumbuh. Blok ini melambangkan bangkitnya dunia multipolar, di mana suara-suara beragam dapat membentuk masa depan.

Sumber

Data akurat per 22 Agustus 2025.

Enable registration in settings - general