Web Analytics

10 Merek Mobil Terlaris di Malaysia pada 2025

*Kami memilih produk yang kami pikir akan Anda sukai dan dapat memperoleh komisi dari tautan di halaman ini.

🇲🇾 Merek mobil baru paling populer di pasar otomotif Malaysia

Pasar mobil baru Malaysia mencatat 870.327 registrasi pada 2025, meningkat 1,6% dibandingkan 856.292 unit pada tahun sebelumnya. Perodua tetap menjadi pemimpin mutlak dengan pangsa pasar lebih dari 41%, sedangkan Proton mempertahankan posisi kedua. Omoda Jaecoo dan BYD membukukan pertumbuhan paling spektakuler, sementara Honda, Mitsubishi, Mazda, dan Mercedes-Benz mengalami penurunan.


📊 Registrasi mobil baru di Malaysia mencapai rekor baru pada 2025

Dua merek nasional, Perodua dan Proton, secara bersama-sama menguasai hampir 59% pasar mobil baru Malaysia. Toyota dan Honda tetap menjadi merek nonnasional terkuat, meskipun kinerja keduanya bergerak ke arah yang berbeda. Merek asal Tiongkok semakin menonjol melalui Omoda Jaecoo, BYD, dan Chery. Pangsa mobil listrik juga meningkat dari 2,5% pada 2024 menjadi 5,1% pada 2025.

🏆 1. Perodua tetap menjadi penguasa pasar mobil Malaysia

Perodua mencatatkan 359.904 registrasi mobil baru pada 2025, naik 0,5% dari 358.100 unit pada tahun sebelumnya. Merek nasional ini meraih pangsa pasar sekitar 41,35%, jauh melampaui seluruh pesaingnya. Harga yang terjangkau, konsumsi bahan bakar rendah, dan jaringan layanan luas terus menjadi kekuatan utama Perodua.

Bezza menjadi mobil terlaris di Malaysia dengan 100.488 unit, disusul Axia sebanyak 84.291 unit dan Myvi dengan 72.724 unit. Alza dan Ativa juga masuk dalam enam besar model paling populer di negara tersebut. Dominasi di beberapa segmen sekaligus membuat Perodua mampu mempertahankan posisinya dengan selisih yang sangat besar.

🇲🇾 2. Proton tumbuh berkat Saga, X50, dan model listrik e.MAS 7

Proton membukukan 151.561 registrasi sepanjang 2025, meningkat 2,7% dibandingkan 147.587 unit pada 2024. Pangsa pasarnya mencapai sekitar 17,41%, menempatkan perusahaan nasional tersebut dengan nyaman di posisi kedua. Pertumbuhan Proton juga lebih cepat daripada peningkatan keseluruhan pasar mobil baru Malaysia.

Saga tetap menjadi tulang punggung penjualan dengan 70.903 unit dan menempati posisi keempat dalam daftar model terlaris. X50 mencatat 26.310 unit, sedangkan S70 dan X70 memperkuat penawaran sedan serta SUV. Proton e.MAS 7 turut menciptakan terobosan dengan menjadi mobil listrik terlaris di Malaysia pada tahun pertamanya.

🇯🇵 3. Toyota mempertahankan status sebagai merek asing terlaris

Toyota mencatat 129.085 registrasi mobil baru pada 2025, naik 1,5% dibandingkan 127.202 unit pada tahun sebelumnya. Dengan pangsa pasar sekitar 14,83%, Toyota mempertahankan posisi ketiga sekaligus menjadi merek nonnasional paling populer. Hasil tersebut didukung oleh jajaran model yang kuat di segmen sedan, SUV, MPV, dan pikap.

Vios menjadi model Toyota terlaris dengan 31.776 unit, sedangkan Hilux menyusul dengan 28.118 registrasi. Yaris Cross, Corolla Cross, Veloz, Innova dan Fortuner melengkapi lini produk yang menjangkau beragam kelompok pelanggan. Reputasi keandalan dan nilai jual kembali yang tinggi terus mendukung permintaan terhadap merek ini.

📉 4. Honda mengalami penurunan meskipun tetap berada di empat besar

Honda menutup 2025 dengan 75.599 registrasi, turun 11,3% dari 85.273 unit yang dicapai pada 2024. Pangsa pasarnya menyusut menjadi sekitar 8,69%, tetapi merek Jepang tersebut tetap mempertahankan posisi keempat. Penurunan terjadi di tengah meningkatnya persaingan dari merek nasional dan produsen asal Tiongkok.

Honda City tetap menjadi model utama dengan 27.107 unit, walaupun hasilnya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. City Hatchback, HR-V, CR-V dan Civic juga menjadi bagian penting dari penjualan merek tersebut. Pilihan mesin bensin dan hybrid membantu Honda melayani pembeli yang mencari efisiensi tanpa beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

🚀 5. Omoda Jaecoo mencatat lonjakan penjualan paling besar

Omoda Jaecoo melonjak dari 7.040 registrasi pada 2024 menjadi 17.845 unit pada 2025. Pertumbuhan sekitar 153,5% mengangkat merek tersebut dari posisi ke-12 ke urutan kelima dengan pangsa pasar 2,05%. Pencapaian ini sangat menonjol karena operasinya di Malaysia baru dimulai pada pertengahan 2024.

Jaecoo J7 menjadi motor utama pertumbuhan melalui versi bermesin bensin dan plug-in hybrid. Omoda C9 memperluas pilihan di kelas SUV premium, sementara Jaecoo J8 menawarkan kabin lebih besar dan perlengkapan kelas atas. Perakitan lokal, desain modern, dan harga kompetitif membantu merek ini menarik pelanggan dari produsen yang lebih mapan.

🔋 6. BYD berkembang pesat bersama meningkatnya permintaan mobil listrik

BYD mencatatkan 14.407 registrasi pada 2025, meningkat 68,1% dibandingkan 8.570 unit pada tahun sebelumnya. Pangsa pasar keseluruhannya naik menjadi sekitar 1,66%, sehingga merek tersebut melompat dari posisi kesepuluh ke urutan keenam. BYD sekaligus menjadi merek mobil listrik terlaris di Malaysia berdasarkan total registrasi EV.

Sealion 7, Atto 3, Atto 2, M6 dan Seal 6 menjadi model penting dalam ekspansi BYD. Kelima model tersebut masuk dalam kelompok mobil listrik terlaris di Malaysia sepanjang 2025. Pilihan bodi yang semakin beragam, teknologi baterai Blade, dan harga kompetitif membuat BYD menjangkau lebih banyak konsumen.

🇯🇵 7. Mitsubishi melemah tetapi tetap mengandalkan Xpander dan Triton

Mitsubishi membukukan 13.856 registrasi mobil baru pada 2025, turun 14,4% dari 16.188 unit pada tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya berkurang menjadi sekitar 1,59%, dan merek tersebut turun dari posisi kelima ke urutan ketujuh. Persaingan semakin ketat, terutama dalam kategori SUV keluarga, MPV, dan kendaraan pikap.

Xpander tetap menjadi model penting bagi keluarga yang membutuhkan kabin tujuh penumpang dan biaya pemakaian terjangkau. Triton mempertahankan kehadiran Mitsubishi di segmen pikap, terutama untuk kebutuhan bisnis dan penggunaan di luar perkotaan. Xforce dan Pajero Sport melengkapi jajaran SUV dengan ukuran serta karakter yang berbeda.

📈 8. Chery mempertahankan pertumbuhan di tengah persaingan SUV

Chery mencatat 12.942 registrasi sepanjang 2025, naik 2,3% dibandingkan 12.646 unit pada 2024. Merek asal Tiongkok ini memperoleh pangsa pasar sekitar 1,49%, meskipun turun satu tingkat ke posisi kedelapan. Kenaikan penjualan menunjukkan bahwa Chery tetap kompetitif setelah hadirnya semakin banyak pemain baru dari negara yang sama.

Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro menjadi model utama bagi pelanggan yang mencari SUV dengan fitur lengkap. Omoda 5 turut mempertahankan daya tarik di kategori crossover kompak, sementara pilihan elektrifikasi mulai diperluas. Garansi panjang, perakitan lokal, dan perlengkapan standar yang melimpah memperkuat posisi Chery di Malaysia.

📉 9. Mazda kehilangan volume penjualan dan turun empat posisi

Mazda membukukan 9.589 registrasi pada 2025, merosot 35,2% dibandingkan 14.790 unit pada tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya turun menjadi sekitar 1,10%, membuat merek Jepang ini jatuh dari posisi keenam ke urutan kesembilan. Penurunan tersebut merupakan yang paling tajam di antara sepuluh merek terlaris Malaysia.

CX-5 tetap menjadi salah satu model terpenting Mazda berkat desain elegan, pengendalian yang baik, dan pilihan mesin yang telah dikenal pasar. CX-30, CX-8 dan Mazda3 melayani kategori crossover, SUV keluarga, serta mobil kompak premium. Namun, harga yang lebih tinggi dan persaingan agresif dari SUV Tiongkok membatasi pertumbuhan penjualan.

⭐ 10. Mercedes-Benz tetap memimpin segmen mobil premium

Mercedes-Benz melengkapi sepuluh besar dengan 8.976 registrasi pada 2025, turun 24,4% dari 11.876 unit pada tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya menyusut menjadi sekitar 1,03%, sehingga merek Jerman tersebut turun dua posisi. Meskipun mengalami penurunan, Mercedes-Benz tetap menjadi merek premium dengan registrasi terbanyak.

Model seperti A-Class, C-Class dan E-Class mempertahankan kehadiran merek di kategori sedan premium. GLA, GLC dan GLE memenuhi permintaan yang terus berkembang terhadap SUV mewah, sedangkan lini EQ menawarkan kendaraan listrik. Perakitan lokal untuk sejumlah model membantu Mercedes-Benz menjaga daya saing harga di pasar Malaysia.


📋 Tabel 10 merek mobil terlaris di Malaysia pada 2025

Peringkat Merek Registrasi 2025 Registrasi 2024 Perubahan tahunan Pangsa pasar 2025
1 Perodua 359.904 358.100 +0,50% 41,35%
2 Proton 151.561 147.587 +2,69% 17,41%
3 Toyota 129.085 127.202 +1,48% 14,83%
4 Honda 75.599 85.273 −11,34% 8,69%
5 Omoda Jaecoo 17.845 7.040 +153,48% 2,05%
6 BYD 14.407 8.570 +68,11% 1,66%
7 Mitsubishi 13.856 16.188 −14,41% 1,59%
8 Chery 12.942 12.646 +2,34% 1,49%
9 Mazda 9.589 14.790 −35,17% 1,10%
10 Mercedes-Benz 8.976 11.876 −24,42% 1,03%

Peringkat ini didasarkan pada data registrasi kendaraan baru Jabatan Pengangkutan Jalan Malaysia untuk periode Januari hingga Desember 2025. Sepeda motor tidak dimasukkan dalam perhitungan. Pangsa pasar setiap merek dihitung berdasarkan total 870.327 mobil baru yang tercatat dalam kumpulan data tersebut.

Angka JPJ dapat berbeda dari Total Industry Volume yang diterbitkan Malaysian Automotive Association karena metodologi dan cakupan datanya tidak sepenuhnya sama. Data JPJ mencatat registrasi aktual, sedangkan statistik MAA terutama didasarkan pada penjualan yang dilaporkan anggotanya. Oleh karena itu, seluruh perbandingan dalam tabel menggunakan satu sumber data yang konsisten.


Perodua mempertahankan dominasi pasar Malaysia dengan lebih dari dua kali lipat registrasi Proton yang berada di posisi kedua. Omoda Jaecoo dan BYD menjadi pemenang terbesar berkat pertumbuhan pesat SUV serta mobil elektrifikasi asal Tiongkok. Sebaliknya, Honda, Mitsubishi, Mazda, dan Mercedes-Benz harus menghadapi penurunan dalam pasar yang secara keseluruhan tetap tumbuh.

🔗 Sumber

Enable registration in settings - general