
🇮🇩 Daftar merek kendaraan dengan penjualan wholesales tertinggi di Indonesia sepanjang 2025
Pasar kendaraan bermotor Indonesia mengalami tekanan sepanjang 2025, dengan penjualan dari pabrik ke dealer turun dibandingkan tahun sebelumnya. Toyota tetap menjadi pemimpin pasar, diikuti Daihatsu dan Mitsubishi Motors, sedangkan BYD mencatat pertumbuhan paling spektakuler. Merek Jepang masih mendominasi, tetapi produsen mobil listrik asal Tiongkok semakin kuat dalam persaingan nasional.
📊 Penjualan mobil Indonesia turun 7,2 persen pada 2025
Penjualan kendaraan secara wholesales di Indonesia mencapai 803.687 unit pada 2025, turun 7,2 persen dibandingkan 865.723 unit pada tahun sebelumnya. Penjualan ritel dari dealer kepada konsumen juga melemah sebesar 6,3 persen menjadi 833.692 unit. Daya beli masyarakat yang tertekan dan ketidakpastian ekonomi memengaruhi permintaan kendaraan baru.
🥇 1. Toyota tetap menjadi merek mobil terlaris di Indonesia
Toyota membukukan penjualan wholesales sebanyak 250.431 kendaraan pada 2025 dan menguasai sekitar 31,16 persen pasar nasional. Angka tersebut turun 38.551 unit atau 13,34 persen dibandingkan hasil 2024. Meskipun mengalami penurunan cukup besar, Toyota masih menjual hampir dua kali lebih banyak kendaraan daripada Daihatsu.
Kijang Innova, Avanza, Calya, Rush dan Agya menjadi model penting dalam mempertahankan dominasi Toyota. Kijang Innova Reborn dan Zenix mencatatkan penjualan gabungan lebih dari 60 ribu unit, sedangkan Avanza tetap menjadi pilihan populer di segmen MPV. Jaringan dealer yang luas juga memperkuat posisi Toyota di seluruh Indonesia.
🚗 2. Daihatsu mempertahankan posisi kedua meski penjualan melemah
Daihatsu mendistribusikan 130.677 kendaraan dari pabrik ke dealer sepanjang 2025, setara dengan pangsa pasar 16,26 persen. Penjualannya berkurang 32.355 unit atau 19,85 persen dibandingkan 163.032 unit pada 2024. Walaupun mengalami penurunan tajam, Daihatsu masih memiliki keunggulan besar atas Mitsubishi Motors di posisi ketiga.
Gran Max menjadi salah satu kendaraan terlaris Daihatsu berkat permintaan kuat dari sektor usaha dan logistik. Sigra tetap populer sebagai mobil keluarga tujuh penumpang yang terjangkau, dengan 34.452 unit terdistribusi selama 2025. Terios, Ayla dan Xenia melengkapi jajaran produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
🚙 3. Mitsubishi Motors naik ke posisi ketiga dalam peringkat nasional
Mitsubishi Motors mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 71.781 unit pada 2025 dan meraih pangsa pasar sekitar 8,93 persen. Hasil tersebut hanya turun 436 unit atau 0,60 persen dari 72.217 unit pada tahun sebelumnya. Penurunan yang jauh lebih kecil daripada pesaing membuat Mitsubishi berhasil naik dari posisi keempat ke peringkat ketiga.
Xpander dan Xpander Cross tetap menjadi tulang punggung penjualan Mitsubishi di segmen MPV keluarga. Pajero Sport mempertahankan daya tariknya di kelas SUV, sedangkan Destinator hadir sebagai pilihan baru yang memperkuat jajaran kendaraan keluarga. Reputasi mesin tangguh dan jaringan layanan luas mendukung kestabilan merek ini.
📈 4. Suzuki menjaga penjualan tetap stabil di tengah pelemahan pasar
Suzuki menjual 66.345 kendaraan secara wholesales selama 2025 dan memperoleh pangsa pasar sekitar 8,25 persen. Jumlah tersebut hanya berkurang 464 unit atau 0,69 persen dibandingkan penjualan 2024 yang mencapai 66.809 unit. Kinerja yang relatif stabil membuat Suzuki naik satu tingkat dan menempati posisi keempat secara nasional.
Carry menjadi kontributor utama Suzuki karena banyak digunakan oleh pelaku usaha kecil, perusahaan distribusi dan sektor perdagangan. Fronx memberi dorongan baru di segmen crossover, sedangkan Ertiga, XL7 dan Baleno tetap menarik konsumen keluarga. Pilihan mesin hemat bahan bakar dan teknologi hibrida membantu menjaga daya saing Suzuki.
📉 5. Honda mengalami penurunan terbesar di antara merek Jepang teratas
Honda mendistribusikan 56.500 kendaraan pada 2025 dengan pangsa pasar sekitar 7,03 persen. Penjualan tersebut turun sebanyak 38.242 unit atau 40,36 persen dari hasil 2024 yang mencapai 94.742 unit. Penurunan paling tajam di antara lima merek teratas membuat Honda tergeser dari posisi ketiga ke peringkat kelima.
Brio masih menjadi kendaraan Honda yang paling laris dengan penjualan wholesales sebanyak 33.233 unit. HR-V mempertahankan posisi penting di segmen SUV kompak, sementara WR-V, BR-V dan CR-V melayani kelompok konsumen yang berbeda. Namun, lemahnya permintaan terhadap sejumlah model utama sangat memengaruhi hasil tahunan Honda.
⚡ 6. BYD mencatat lonjakan penjualan mobil listrik paling spektakuler
BYD membukukan penjualan wholesales sebanyak 46.711 kendaraan pada 2025 dan menguasai sekitar 5,81 persen pasar Indonesia. Dibandingkan 15.429 unit pada tahun sebelumnya, penjualannya bertambah 31.282 unit atau sekitar 202,75 persen. Pertumbuhan tiga kali lipat tersebut membawa BYD ke posisi keenam dalam peringkat nasional.
BYD M6 menjadi salah satu mobil listrik paling diminati karena menawarkan konfigurasi MPV yang sesuai bagi keluarga Indonesia. Sealion 7, Atto 3, Dolphin dan Seal juga memperluas pilihan kendaraan listrik pada berbagai kategori harga. Harga kompetitif, teknologi baterai Blade dan insentif pemerintah mempercepat pertumbuhan merek ini.
🚛 7. Mitsubishi Fuso tetap memimpin pasar kendaraan niaga
Mitsubishi Fuso mencatatkan penjualan 25.235 unit pada 2025, setara dengan pangsa pasar nasional sekitar 3,14 persen. Hasil itu turun 2.486 unit atau 8,97 persen dibandingkan 27.721 unit yang dicapai pada 2024. Meskipun melemah, Fuso mempertahankan posisi ketujuh dan unggul tipis atas Isuzu dalam persaingan kendaraan komersial.
Canter tetap menjadi produk terpenting Mitsubishi Fuso untuk sektor distribusi, perdagangan, konstruksi dan perkebunan. Fighter X melayani kebutuhan truk menengah dan berat, termasuk bisnis logistik jarak jauh. Jaringan layanan purnajual serta ketersediaan suku cadang membantu Fuso mempertahankan kepercayaan pelanggan usaha.
🏗️ 8. Isuzu bertahan dengan dukungan sektor logistik dan pertambangan
Isuzu mendistribusikan 25.121 kendaraan secara wholesales selama 2025 dan memperoleh pangsa pasar sekitar 3,13 persen. Penjualannya berkurang 1.258 unit atau 4,77 persen dibandingkan 26.379 unit pada tahun sebelumnya. Selisih hanya 114 unit dari Mitsubishi Fuso menunjukkan persaingan yang sangat ketat di pasar kendaraan niaga.
Isuzu Traga dan Elf banyak digunakan untuk distribusi perkotaan, angkutan barang serta kebutuhan usaha skala kecil dan menengah. Giga melayani segmen truk berat yang bergantung pada aktivitas pertambangan, perkebunan dan logistik. Efisiensi mesin diesel serta daya tahan kendaraan tetap menjadi keunggulan utama Isuzu.
🚀 9. Chery tumbuh pesat berkat SUV dan kendaraan elektrifikasi
Chery mencatatkan penjualan wholesales 19.391 unit pada 2025 dan menguasai sekitar 2,41 persen pasar kendaraan Indonesia. Dibandingkan sekitar 9.091 unit pada 2024, penjualannya meningkat 10.300 unit atau lebih dari 113 persen. Pertumbuhan tersebut membawa Chery ke posisi kesembilan dan memperkuat kehadiran merek Tiongkok.
J6 menjadi salah satu kendaraan listrik Chery yang paling menarik perhatian dengan desain SUV berbentuk kokoh dan karakter berbeda. Omoda E5 turut mendukung penjualan mobil listrik, sedangkan Tiggo Cross, Tiggo 7 dan Tiggo 8 memperkuat pilihan bermesin bensin maupun hibrida. Peluncuran agresif membantu Chery menjangkau lebih banyak pembeli.
🔋 10. Hyundai tetap masuk sepuluh besar meski penjualannya menurun
Hyundai mencatatkan wholesales sebanyak 19.007 kendaraan sepanjang 2025 dan meraih pangsa pasar sekitar 2,36 persen. Angka tersebut turun 3.354 unit atau 15,00 persen dibandingkan penjualan 2024 yang mencapai 22.361 unit. Hyundai menempati posisi kesepuluh, hanya tertinggal 384 kendaraan dari Chery di peringkat kesembilan.
Creta menjadi salah satu produk utama Hyundai di Indonesia, didampingi Stargazer dan Stargazer X dalam segmen kendaraan keluarga. Ioniq 5 tetap memperkuat citra Hyundai sebagai produsen mobil listrik lokal, sementara Kona Electric memperluas pilihan EV. Produksi dalam negeri membantu merek ini mengikuti program elektrifikasi pemerintah.
📋 Top 10 merek mobil terlaris di Indonesia tahun 2025
| Peringkat | Merek mobil | Wholesales 2025 | Wholesales 2024 | Perubahan tahunan | Pangsa pasar 2025 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Toyota | 250.431 | 288.982 | −13,34% | 31,16% |
| 2 | Daihatsu | 130.677 | 163.032 | −19,85% | 16,26% |
| 3 | Mitsubishi Motors | 71.781 | 72.217 | −0,60% | 8,93% |
| 4 | Suzuki | 66.345 | 66.809 | −0,69% | 8,25% |
| 5 | Honda | 56.500 | 94.742 | −40,36% | 7,03% |
| 6 | BYD | 46.711 | 15.429 | +202,75% | 5,81% |
| 7 | Mitsubishi Fuso | 25.235 | 27.721 | −8,97% | 3,14% |
| 8 | Isuzu | 25.121 | 26.379 | −4,77% | 3,13% |
| 9 | Chery | 19.391 | 9.091 | +113,30% | 2,41% |
| 10 | Hyundai | 19.007 | 22.361 | −15,00% | 2,36% |
Indonesia mencatat total penjualan wholesales sebanyak 803.687 kendaraan pada 2025, turun 62.036 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Sepuluh merek terbesar secara bersama-sama membukukan 711.199 unit atau sekitar 88,5 persen dari seluruh pasar. Statistik ini mencakup mobil penumpang dan kendaraan komersial, tetapi tidak memasukkan sepeda motor maupun mobil bekas.
Toyota tetap menguasai hampir sepertiga pasar Indonesia meskipun penjualannya mengalami penurunan dua digit. BYD dan Chery menjadi pemain dengan pertumbuhan paling cepat, sementara Honda mencatat penurunan terbesar di antara sepuluh merek teratas. Hasil 2025 memperlihatkan bahwa merek Jepang masih dominan, tetapi elektrifikasi mulai mengubah persaingan industri otomotif nasional.